Hi, Welcome to my blog, enjoy reading.
RSS

Jumat, 09 Maret 2012

SUNGAI NIGER



Sungai Niger adalah sungai utama di Afrika barat, dengan panjang lebih dari 2500 mil (atau 4000 km). Sungai ini mengalir melalui Guinea, Mali, Niger, di perbatasan Benin dan kemudian melalui Nigeria, berhilir melalui sebuah delta sungai yang sangat besar, yang dikenal sebagai Delta Niger, menuju ke Teluk Guinea. Sungai Niger adalah sungai ketiga terpanjang di Afrika, setelah Sungai Nil dan Sungai Kongo (dahulu lebih dikenal sebagai Sungai Zaïre). Anak sungai utamanya adalah Sungai Benue.
Sungai Niger adalah sungai yang relatif "jernih", yang mengalirkan hanya sepersepuluh sediman ketimbang Sungai Nil. Ini disebabkan oleh hulu Niger terletak di bebatuan kuno yang hanya sedikit melepaskan endapan.[1] Namun demikian, seperti juga Nil, sungai Niger selalu banjir musiman, dimulai pada bulan September, memuncak di November, dan berakhir di bulan Mei.[2]
Ciri khas sungai ini adalah Delta Pedalaman Niger, yang terbentuk di daerah di mana lereng sungai itu mematah.[3] Hasilnya adalah suatu wilayah dengan aliran arus seperti jalinan pita, rawa-rawa, dan danau-danau sebesar negara Belgia; dan banjir musiman menjadikan Delta itu luar biasa produktif baik di bidang perikanan maupun agrikultur.[4]
Sungai Niger memiliki bentuk aliran yang tidak biasa sebagaimana umumnya sungai-sungai besar lainnya. Sebuah bentuk bumerang yang membingungkan ahli-ahli geografi Eropa selama dua milenium. Hulunya berada hanya 150 mil (240 km) dari Samudra Atlantik, tapi sungai itu mengalir menjauhi lautan menuju Gurun Sahara, dan tiba-tiba mematah ke kanan menuju tenggara hingga ke Teluk Guinea.
Orang Romawi Kuno mengira bahwa aliran sungai ini yang berada di dekat Timbuktu merupakan bagian dari Sungai Nil (seperti Pliny), hal sama yang juga dikira oleh Ibnu Batutah, sementara pada awal abad ke-17 para penjelajah Eropa mengira bahwa sungai itu mengalir ke arah barat dan masuk ke Sungai Senegal. Kebenaran yang sesungguhnya mungkin sudah diketahui oleh kaum pribumi di sana, tetapi orang-orang Barat baru mengetahuinya pada akhir abad ke-19.